Final Festival Dai Cilik 2026

Final Festival Dai Cilik 2026
Se-Kabupaten Ponorogo
di selenggarakan oleh Radar Madiun
ZAKAPO UPDATE, D i kutip dari Radar Madiun, Jumat, 16 Okt 2026
Persaingan sengit mewarnai babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ponorogo.
Setelah melalui proses penyaringan yang sangat ketat dari tim penilai, lima peserta berpenampilan terbaik dipastikan menyegel posisi untuk melaju ke laga puncak.
Rangkaian audisi wilayah Kota Reog tersebut telah sukses dihelat di Pendapa Agung Kabupaten Ponorogo pada Kamis (15/10).
Ajang unjuk bakat dakwah ini diikuti oleh puluhan dai dan daiyah muda perwakilan SMP/MTs se-Kabupaten Ponorogo yang tampil penuh percaya diri membawakan tema-tema inspiratif.
Kriteria penilaian dewan juri berfokus pada kekuatan retorika, penguasaan dalil, intonasi, hingga daya pikat komunikasi di hadapan audiens.
Berdasarkan akumulasi skor akhir, lima nama dengan performa paling menonjol berhasil menyabet peringkat teratas.
Berikut daftar peserta yang lolos grand final dari wilayah Kabupaten Ponorogo:
Juara 1: Muhammad Oziel Galang Saputra, SMPN 1 Kauman (94,7 poin)
Juara 2: Fachri Fadlil Kaafy, MTs Darul Huda (93,2 poin)
Juara 3: Muhammad Althaf Zahirul Ubaid, MTs Darul Huda (93 poin)
Harapan 1: Muhammad Arsyadani Robby, MTs Tahfizh Alam Qur’an (92,7 poin)
Harapan 2: Syafa Aulia, MTs 1 Ponorogo (92,1 poin)
Para duta syiar terbaik asal Ponorogo ini dijadwalkan akan bersaing dengan delegasi daerah lain pada babak grand final yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Muhammad Oziel Kritisi Kebiasaan Mudah Menghujat di Kolom Komentar
Kebebasan berekspresi di panggung digital sering kali disalahartikan sebagai kemerdekaan tanpa batas untuk meluapkan amarah dan kebencian.
Kemudahan mengetik kata-kata di layar gawai kerap memicu seseorang bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan beban moral yang ditimbulkan.
Isu krusial mengenai etika berkomunikasi tersebut diulas secara tajam oleh Muhammad Oziel Galang Saputra pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ponorogo, Kamis (15/10).

Tampil percaya diri di panggung Pendapa Agung Kabupaten Ponorogo mewakili SMPN 1 Kauman Ponorogo, Oziel membawakan materi bertajuk “Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi”.
Di hadapan dewan juri dan puluhan audiens, ia menyoroti betapa ringan jemari sebagian orang saat mencela dan menghujat sesama di jejaring sosial.
“Setiap tindakan yang kita lakukan di media sosial memiliki konsekuensi moral yang sangat besar. Sekarang kita begitu mudah berkomentar dan menghujat orang lain, padahal itu sama sekali bukan ajaran Rasulullah SAW,” tegas Oziel.

Saat ini belum ada komentar